Pamekasan — Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) Pengurus Wilayah (PW) Pamekasan menggelar Musyawarah Kerja masa khidmah 1447-1448 H pada Selasa, 24 Dzulqa’dah 1447 H, bertempat di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Penyepen, Palengaan, Pamekasan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh jajaran pengurus PK, divisi, bansus, miftda, qur’ani, serta seluruh staf PW IASS Pamekasan sebagai bagian dari konsolidasi organisasi dan penguatan program khidmah alumni Sidogiri di wilayah Pamekasan.
Rangkaian acara diawali dengan Khotmil Qur’an dalam rangka Haul KH. Abdul Alim bin Abdul Jalil. Suasana khidmat begitu terasa sejak awal kegiatan, terlebih saat para peserta bersama-sama melantunkan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan pembacaan sholawat bil qiyam.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari jajaran pengurus inti PW IASS Pamekasan sebelum memasuki agenda utama berupa Musyawarah Kerja kepengurusan PW, PK, beserta seluruh ajarannya untuk masa khidmah 1447-1448 H.
Ketua IASS Pamekasan, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga sambungan ruhani kepada guru dan masyayikh. Ia juga mengingatkan seluruh peserta terkait adab dan koordinasi dalam kegiatan haul maupun agenda besar organisasi.
“Peserta wajib dikoordinir oleh pengurus PK dan berangkat secara rombongan meskipun sudah memiliki kendaraan sendiri,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa di Sidogiri telah tersedia Tim Orange yang bertugas sebagai cleaning service demi menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan pesantren selama kegiatan berlangsung.
Lebih lanjut, Ketua PW Pamekasan menegaskan pentingnya menjaga hubungan spiritual dengan guru sebagai bagian dari tradisi pesantren.
من لم يتصل بشيخه فى الدنيا لم يتصل بشيخه فى الأخرة
“Barang siapa yang tidak sambung dengan gurunya, di dunia maka tidak akan ada sambungan di akhirat kelak,” tuturnya di hadapan peserta musyawarah.
Sementara itu, dalam forum Musyawarah Kerja, sejumlah poin penting berhasil dirumuskan berdasarkan hasil reportase PK IASS KTP. Di antaranya, setiap kegiatan NKS diharapkan memiliki tim pencatat inti sari pengajian kitab agar hasil kajian dapat terdokumentasi dengan baik dan menjadi bahan pengembangan keilmuan di internal alumni.
Selain itu, FDAS juga diharapkan dapat lebih aktif membuat program syiar agama di berbagai daerah. Sedangkan FTAS didorong untuk mengadakan kegiatan murojaah Al-Qur’an secara terjadwal dan berkelanjutan.
Bagian pendidikan dan sektor lainnya juga diminta untuk memaksimalkan seluruh kegiatan organisasi agar lebih tertata, terukur, dan berjalan sesuai jadwal yang telah dirancang.
Sekretaris PW Pamekasan, Ust. Hanif, dalam arahannya menekankan pentingnya disiplin program dan kesinambungan kegiatan agar roda organisasi berjalan lebih efektif serta memberikan manfaat nyata bagi alumni dan masyarakat.
Kegiatan Musyawarah Kerja tersebut berlangsung dengan lancar dan penuh kekeluargaan hingga ditutup dengan doa bersama serta ramah tamah antar pengurus dan peserta yang hadir.


