• Jelajahi

    Copyright © IASS PK KTP Pamekasan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Santri Sidogiri Asal Bangkalan Jadi Mushonnif di Usia 13 Tahun, Tulis Syarah Kitab Al-Ghazali

    IASS KTP Pamekasan
    Minggu, 01 Februari 2026, Februari 01, 2026 WIB Last Updated 2026-02-02T15:59:20Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini



    Sidogiri– Kabar membanggakan datang dari Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan. Seorang santri berusia 13 tahun asal Bangkalan, Madura, Lora Ubaidillah Royyan Adzra’i, berhasil mengarang sebuah kitab syarah atas karya besar Imam Al-Ghazali.

    Ra Royyan, putra dari KH. Muhammad Karror Abdullah Schal, baru sekitar dua tahun mondok di Sidogiri. Namun dalam waktu singkat, ia sudah menunjukkan kemampuan akademik di atas rata-rata. Bahkan, Royyan langsung masuk program takhaṣṣuṣ, sebuah program khusus yang umumnya ditempuh santri tingkat lanjut. 

    Ubaidillah Royyan

    Keistimewaan Lora Royyan tak berhenti di situ. Ia juga dipercaya mengikuti lomba penulisan kitab dalam waktu dua bulan, bersama peserta yang mayoritas berasal dari jenjang Aliyah hingga kalangan asatidz. Kepercayaan tersebut menjadi indikator kuat atas ketekunan pribadi Ra Royyan sekaligus keberhasilan sistem pendidikan pesantren.


    Puncak prestasinya, Ra Royyan berhasil mengarang kitab berjudul Tadzkiratul Muqwin, sebuah syarah (penjelasan) atas kitab Minhajul ‘Arifin karya Imam Al-Ghazali, kitab tasawuf tingkat tinggi yang tidak mudah dikaji, apalagi ditulis ulang oleh santri seusia Royyan.

    IMG-20260201-WA0018


    Dalam khazanah keilmuan Islam, mushonnif di usia belia tergolong sangat langka. Dalam kitab Alfiyah Tashnif karya Lora Ibrahim Amin, disebutkan bahwa hanya sedikit ulama besar yang mampu menulis kitab di usia sangat muda, seperti Imam Bukhari (18 tahun), Imam As-Suyuthi (17 tahun), hingga Syekh Ibn Marzuq Tilmisani (6 tahun). Kini, nama Lora Royyan dari Bangkalan ikut tercatat dalam barisan tersebut.FB-IMG-1769937988967

    Cuplikan kata pengantar dari KH. Thoifur Ali Wafa dalam kitab Tadzkiratul Muqwin, karya mushonnif muda Lora Ubaidillah Royyan Adzra’i. Dalam pengantarnya, almarhum memberikan apresiasi dan doa atas lahirnya karya ilmiah bernilai tinggi dari santri usia belia, sebagai bukti hidupnya tradisi keilmuan pesantren.


    Atas capaian ini, Ra Royyan disebut sebagai salah satu mushonnif termuda dunia di bidang keilmuan Islam, khususnya tasawuf. Karyanya pun telah diserahkan langsung kepada Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, KH. Fuad Nur Hasan, sebagai bentuk tabarruk dan penghormatan keilmuan.

    FB-IMG-1769937986269Keberhasilan ini menjadi bukti kuat bahwa tradisi keilmuan pesantren terus melahirkan generasi ulama muda dengan kapasitas intelektual luar biasa, khususnya dalam bidang tasawuf dan kajian kitab turats.

    Sumber:

    Facebook – Mushonnif Muda asal Bangkalan

    https://www.facebook.com/share/p/1Dcsr85wXx/

    #MushonnifMuda

    #SantriSidogiri

    #Bangkalan

    #Pesantren

    #CicitSyaikhonaKholil


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +