Pamekasan-Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) Pengurus Wilayah (PW) Pamekasan kembali menggelar kegiatan KSB (Kesadaran Subuh Berjama’ah) pada Jum’at, 23 Januari 2026, bertempat di Masjid Al-munawwar utara perempatan Waru, tepatnya di Desaa Waru Barat Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh unsur IASS se-Kabupaten Pamekasan, mulai dari Pengurus Wilayah (PW) hingga Pengurus Komisariat (PK).
Kegiatan KSB tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, namun juga menjadi ruang silaturahmi, dakwah, dan penguatan nilai-nilai keislaman antara alumni, santri, serta masyarakat sekitar masjid.
Poin-Poin Hikmah Kultum:
-
Melalui KSB, alumni menyambung tali ukhuwah dan ikhwah dengan para masyayikh Pondok Pesantren Sidogiri.
-
KSB menumbuhkan kesadaran dan semangat beribadah, khususnya dalam menjaga shalat Subuh berjama’ah.
-
Meraih pahala shalat sunnah Subuh yang nilainya sangat luar biasa di sisi Allah SWT.
-
Pentingnya berteman dengan orang-orang shalih dan lingkungan yang baik.
-
Apabila seseorang mencintai orang shalih, itu pertanda bahwa dalam hatinya masih ada kebaikan.
-
Jika orang shalih mencintai kita, maka itu isyarat adanya sirr (rahasia ketuhanan) atau fadhol (anugerah) dari Allah Ta’ala dalam diri kita.
-
Orang yang patuh dan taat kepada guru, akan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat dalam berbagai aspek kehidupan.
Sambutan PW IASS Pamekasan: KSB Gerakan Ruhiyah, Bukan Seremonial
Dalam sambutan PW IASS Pamekasan, disampaikan beberapa poin penting sebagai berikut:
Poin-Poin Sambutan PW IASS dalam Kegiatan KSB
-
Pembukaan
-
Salam, basmalah, dan hamdalah
-
Shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad ﷺ
-
Ungkapan syukur atas terselenggaranya KSB IASS se-Pamekasan
-
-
Apresiasi dan Terima Kasih
-
Terima kasih kepada seluruh pengurus IASS, PK, devisi, BANSUS, dan seluruh alumni Sidogiri
-
Apresiasi kepada jamaah masjid dan masyarakat setempat
-
-
KSB sebagai Ikhtiar Menghidupkan Masjid di Waktu Subuh
-
Subuh Berjama’ah sebagai Barometer Keimanan dan Kekuatan Umat
KSB bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan gerakan kesadaran ruhiyah. -
Meneladani Ajaran Masyayikh Sidogiri
-
Istiqamah, ikhlas, dan tawadhu’
-
Menjaga amaliyah Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah
-
-
Menguatkan Hubungan Santri–Alumni–Masyarakat
-
Peran IASS dalam Dakwah Subuh
-
IASS sebagai motor penggerak dakwah bil-hal
-
Alumni Sidogiri sebagai teladan shalat berjama’ah
-
Menghidupkan masjid dengan ilmu, akhlak, dan kebersamaan
Ketua PW IASS Pamekasan, KH. Khoiril Wafa Wafir, dalam keterangannya menyampaikan harapan dan ajakan agar kegiatan KSB terus dijaga istiqamah.
“KSB harus terus dijaga dan tidak berhenti pada seremonial semata. Mari ajak keluarga, pemuda, dan masyarakat luas. Jadikan Subuh sebagai awal perubahan diri dan lingkungan,” ungkapnya.
Beliau juga menekankan pentingnya:
-
Menjaga kekompakan dan ukhuwah antar alumni
-
Menguatkan koordinasi dari PW hingga PK
-
Menjadikan setiap kegiatan sebagai ladang khidmah
-
Harapan agar IASS semakin kokoh dalam dakwah dan pengabdian
Komitmen PK: Sam’an wa Tha’atan
Sementara itu, Ust. Hizkil, Sekretaris PK Waru Pasean & Batumarmar, menyatakan kesiapan penuh dalam menjalankan setiap agenda organisasi.
Semoga seluruh rangkaian kegiatan KSB ini mendapatkan ridho Allah SWT, limpahan rahmat dan syafaat Rasulullah ﷺ, serta barokah para masyayikh Sidogiri, dan manfaatnya dapat dirasakan oleh jama’ah masjid serta masyarakat sekitar.[Sekret-PK KTP]“PK kami selalu siap sam’an wa tha’atan menjalankan kegiatan yang diagendakan. Harapan kami, kekompakan tetap terjaga, baik sesama pengurus maupun seluruh anggota,” ujarnya.

.jpg)

